Dalam kultur in vitro, penambahan
konsentrasi auksin endogen dilakukan dengan pemberian zat pengatur tumbuh
sintetis. Menurut Heddy (1989), zat pengatur tumbuh dibuat agar tanaman
memacu pembentukan fitohormon (hormon tumbuhan) yang sudah ada di dalam tanaman
atau menggantikan fungsi dan peran hormon bila tanaman kurang dapat memproduksi
hormon dengan baik. Davies (2004) juga menyatakan bahwa produksi auksin endogen
memerlukan energi yaitu ATP dan ATPase aktif, sintesis protein dan turgor.
Sehingga untuk perkembangan sel yang...
Read More
Awal percobaan tentang adanya auksin pernah dilakukan oleh Darwin and
Darwin (1881); Boysen and Jensen (1913); dan Frits Went (1962) dalam Michniewicz et al.,
2007) yang mempelajari pembelokan tunas kecambah kearah cahaya dan kini diketahui bahwa pembelokan tersebut karena adanya
hormon auksin endogen yaitu Indoleacetid
acid (IAA). Namun tumbuhan mengandung 3 senyawa lain yang struktrurnya
mirip dengan IAA dan menyebabkan banyak respon yang sama dengan IAA. Ketiga
senyawa tersebut dapat dianggap sebagai auksin. Senyawa-senyawa...
About The Author
- Unknown