Secara umum, prinsip dasar kultur jaringan adalah perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril. Menurut Yusnita (2004), kultur jaringan didefinisikan sebagai usaha mengisolasi, menumbuhkan, memperbanyak dan meregenerasikan protoplas (bagian hidup dari sel), atau bagian tanaman seperti meristem, tunas, daun muda, batang muda, ujung akar, kepala sari, dan bakal...
Read More
Posted by Unknown on Monday, February 11, 2013
6 comments
categories: | | edit post
Tujuan dari kultur pucuk adalah perangsangan dan perbanyakan tunas-tunas atau cabang-cabang aksilar. Proses penggandaan tunas sangat tergantung pada konsentrasi zat pengatur tumbuh sitokinin pada media kultur (Iliev et al., 2010). Tunas-tunas yang berhasil tumbuh dapat di subkultur atau diperbanyak lagi atau dapat diakarkan dan ditumbuhkan dalam kondisi in vivo. Metode kultur yang sering diterapkan adalah kultur pucuk menggunakan...
Read More
Posted by Unknown on Sunday, February 10, 2013
1 comments
categories: | | edit post
Penelitian mengenai teknologi benih buatan telah dimulai untuk mengatasi kendala bagi tanaman yang penyediaan benihnya terbatas dan tanaman yang memiliki keragaman genetik. Benih buatan juga dikenal dengan benih sintetik atau atau benih somatik yang memanfaatkan embrio somatik atau sel-sel somatik yang mampu tumbuh dan berkembang membentuk struktur embrio zigotik dengan sifat-sifat embrio somatik. Konsep produksi dan pemanfaatan...
Read More
Posted by Unknown on Thursday, February 7, 2013
0 comments
categories: | | edit post
Dalam kultur in vitro, penambahan konsentrasi auksin endogen dilakukan dengan pemberian zat pengatur tumbuh sintetis. Menurut Heddy (1989), zat pengatur tumbuh dibuat agar tanaman memacu pembentukan fitohormon (hormon tumbuhan) yang sudah ada di dalam tanaman atau menggantikan fungsi dan peran hormon bila tanaman kurang dapat memproduksi hormon dengan baik. Davies (2004) juga menyatakan bahwa produksi auksin endogen memerlukan energi yaitu ATP dan ATPase aktif, sintesis protein dan turgor. Sehingga untuk perkembangan sel yang...
Read More
Posted by Unknown on Wednesday, February 6, 2013
1 comments
categories: | | edit post
Awal percobaan tentang adanya auksin pernah dilakukan oleh Darwin and Darwin (1881); Boysen and Jensen (1913); dan Frits Went (1962) dalam Michniewicz et al., 2007) yang mempelajari pembelokan tunas kecambah kearah cahaya dan kini diketahui bahwa pembelokan tersebut karena adanya hormon auksin endogen yaitu Indoleacetid acid (IAA). Namun tumbuhan mengandung 3 senyawa lain yang struktrurnya mirip dengan IAA dan menyebabkan banyak respon yang sama dengan IAA. Ketiga senyawa tersebut dapat dianggap sebagai auksin. Senyawa-senyawa...
Read More
Posted by Unknown on
0 comments
categories: | | edit post

About The Author

Visitors

Followers

Pagerank

Popular Posts